Tuesday, 19 August 2014

Perjalan malam yang mengerikan


7 Agustus 2014 aku menjadi salah satu sangga kerja bidang keamanan Gudep di salah satu Universitas yang berada di daerah Timur Bandung. Ya aku adalah Mahasiswa semester akhir di sana. Tugas sebagai kemanan dan koordinator lapangan adalah mendidik, menerpa, membina para kader secara keras. Bentakan dan pruit yang aku tiupkan menjadi hal yang ditakuti oleh kader.
Perjalanan dimulai dari saguling menuju DP kedua di cimangsud. Karena adzan dzuhur terdengar di pertengahan jalan kami membawa kader ke masjid untuk shalat dan istirahat. Setelah semua selesai dilakukan.
Prit ... prit.. prit ... ! kutiup peluit mereka kumpul berbaris rapih dihadapanku.
Intruksi yang aku berikan : “istirahat di Mesjid mandala sudah cukup, saatnya untuk melanjutkan perjalanan, siap deur ? siap deur ?
Kader : SIAP !! suara tegas
Kala itu, aku hanya bertiga, sangga kerja yang lain sibuk dengan urusan akademik di kampus. Anggota yang tadinya 4 pluton kita ubah menjadi 3 pluton karena yang tahu jalan hanya tiga orang.
Dalam kegiatan ini, peserta diharuskan menggunakan kemampuan IMPK dengan menggunakan peta topologi, kompas, doglas dll. Tak heran sebagian peserta menghabiskan waktu cukup lama untuk tiba di DP kedua (situ cimangsud). Ketika survey sebelumnya rajamandala – situ cimangsud membutuhkan waktu 6 jam jalan kaki. Beda halnya dengan jalan bersama para kader, dzuhur star isya masih di jalan.
Cimangsud daerah yang sepi penduduk untuk pergi ke alfamart atau pasar saja membutuhkan waktu satu jam setengah menaiki motor karena jarak dan jalannya yang dipenuhi batu koral, disana hanya tinggal pegawai kebun karet dan coklat. Jarak rumah ke rumah lain 1 km.
Pluton saya belum sampai di lokasi peristirahatan.
Der siap melakukan perjalan malam ?
Kader : SIAP !
Ok lanjutkan.
Aku ragu dengan hal ini, tapi gengsi untuk menolak mereka. Kitapun melakukan perjalan walau langit mulai gelap. Tak ada perkampungan dan rumah disekitar hanya kebun karet, tomat dan pepohonan menjulang tinggi. Suara jangkrik menghiasi heningnya malam.Sampai di cimangsud, kebun tomat, di kebun ini aku sedikit khawatir karena sebelumnya ketika survey memotong compas. Temanku menemukan beberapa kuburan di puncak bukit kebun tomat tersebut. aku berjalan menghindar dari kuburan dan memipir bukit tersebut mengikuti jalan setapak di paling depan membawa senter agar tiba lebih cepat.saat kulihat kebelakang tak ada orang satupun, rupanya jalanku terlalu cepat hingga meninggalkan kader 200 meter didepan mereka.
Deur... deurr... deurr !! panggilan untuk para kader
Bukan suara tegas “SIAP” yang kudengar melainkan cekikikan di kegelapan malam.aku merasa disapa oleh sesosok makhluk halus yang akrab disapa k#nt*Lan#k.
Kedua kali ku panggil mereka kembali ,Deur... deurr... deurr !!“ kembali yang kudengar suara cekikikan. Ketiga kali kupanggil mereka ,Deur... deurr... deurr !!”  suara itu makin jelas dan terasa dekat di telinga.
Entah suara apa itu sontak membuatku merinding. Bulu kuduku berdiri aku kaget dan bingung harus bagaimana. Senter kumatikan agar tak melihat sosok jelas dengan cahaya senter yang kusorotkan dan mulai membaca kalimat shalawat dan ayat – ayat Al-Qur’an agar hatiku tenang dan tidak gelisah, panik.
Setelah beberapa menit berlalu. Aku menghilangkan rasa takut dengan sedikit berteriak ,Deur, kalau kalian belum kompak. Kalian tidak akan dipulangkan !” suara lantangku keluarkan. Barulah muncul mereka satu persatu dihadapanku.
Perjalan malam memang perlu berfikir panjang. Akhirnya pukul 8 malam tiba di DP dan bermalam di situ cimangsud. Situ yang tak begitu indah karena kini dipenuhi sampah.Namun terasa hangat karena disampingnya berdiri sebuah mesjid yang didirikan dua tahun kebelakang.
 Beberapa minggu berlalu, tibalah di DP terakhir lokasinya dekat dengan kampus pada malam sebelum penutupan. Semua sangga kerja (20 orang) ditambah alumni (7 senior) berkumpul di cigagak daerah manglayang. Cerita ini kuceritakan kepada mereka, sebagian mereka percaya dan ada yang mengatakan ini hanya ilusiku semata. Aku tak berani bercerita keras, hanya berbisik dan hanya berbisik.   

Saturday, 28 June 2014

PSM UIN BANDUNG

Sanggar Paduan Suara 2013 berada di Panyleukan blok C. 
Lalu apakan keberadaannya yang tiap malam mengganggu ?
saya kira tidak, selagi Mahaiswa mempunyai izin dari RT RW setempat. Karena alhamdulilah satu atau dua alumni PSM tinggal di lingkungan Panyileukan. Perizinan pun lebih mudah. 


Memang tidak baik perempuan pulang malam. Maka dari itu tidak sedikit Mahasiswi yang bergrauguran dari perjuangan ini. Dari 100 lebih Mahasiswa/i yang lulus diorkestra dan berhak mengikuti pelatihan paduan suara selama satu priode kepengurusan hanya sekiita 30 orang yang bertahan. Mungkin karena persahabatan mereka yang kuat atau mungkin kecintaan mereka terhadap PSM. 
Menurut keterangan yang ada sebelumnya PSM dan UKM teater awal disatu sanggarkan. Namun yang terjadi adalah keributan. Kedua UKM sering kali berkelahi dan saling menyalahkan. Hingga pada akhirnya sanggar dipindah ke tempat yang lebih jauh dan aman dari UKM lain. Kini kampus berkebijakan untuk memusatkan seluruh UKM,UKK dan Organisasi kampus  di SC (Student Center).
Belakangan hari terjadi demo yang dipelopori oleh SC bersatu. Kelompok itu mengkritisi hasil musyawarah yang diikuti rektor, untuk tidak mengadakan aktivitas apapun melebihi jam 6 sore. Tapi apalah arti demo, yang demo hanya 1,6% orang dari yang beraktivitas disana. Memang ini semua demi kebaikan. Tempat itu memang kurang aman. Bukankah tidak baik menempatkan seorang Mahasiswi dan Mahasiswa di satu atap yang sama. Islam pun melarang hal demikian itu.

Kenapa harus dodit ?


sontak saya kaget mengapa comic yang satu ini yang harus pergi. Padahal saya mengharap juara yang banyak fansnya itu lah yang menang di stand up comedy session 4 ini. Dodit terkenal dengan ucapan nya yang session demi session meningkat. kemampuan berstand upnya sangat dinantikan oleh para penonton. Mungkin sebagian penonton stand up merasa stand up comedy session 4 hampa tanpa Dodit.
Dodit menurut saya tidak pernah mengalami kesalahan. Dodit berkata benar dan hanya mebuat sebuah pembelaaan. seperti istilah arab pernah berkata "man doroba duriba" yang artinya barang siapa yang dipukul akan menerima pukulan. itulah yang dilakukan dodit pada para juri. Hal semacam ini sangat disukai oleh para penonton. Tak heran setelah materi yang Ia sampaikan berhenti banyak penonton di Suci 4  yang stand aplause untuknya.
Selesai session 4 ini, saya berharap juri bisa menilai dengan objectif. tidak membawa suku dan bangsa. contohlah RCTI yang mengadakan indonesian Idol. Mereka tak memandang pemenang dari suku bangsanya. Walaupun pemenang berasal dari suku dan pulau yang berbeda. Namun karena suranya yang berpower kuat dan terkontrol itulah Ia bisa menjadi juara Idol 2014.Session 4 ini, bisa dibilang gagal, karena coba lihat saja youtube yang David, Dodit dan Abdur.Banyak comment campanye mengatakan david itu tidaklah lebih bagus dari pada Abdur. Dan Dodit, Ia hanyalah korban pertama dari tingkah juri yang kurang adil seperti kekanank-kanakan.


Tuesday, 14 January 2014

Perkemahan Penghayatan Lapangan 2014

Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang bukan hanya ketika pendidikannya sedang berlangsung tapi ketika berakhir pendidikan itu akan tetap bermakna dan diimplementasikan oleh semuanya.Sebagian Orang mengatakan bahwa saya hanya melihat proses yang kalian lakukan hasil itu persoalan belakangan.Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan tentunya diperlukan proses yang matang.Proses ini terkadang terasa melelahkan bahkan mungkin menyakitkan.Seperti halnya untuk diterima menjadi anggota Gugus Depan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang memerlukan kesigapan,kekompakan dan kemandirian.
P2L (Perkemahan Penghayatan lapangan) adalah acara rutin tahunan yang diadakan oleh Pramuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung.P2L adalah strata pertama pendidikan  di Pramuka untuk diterima sebagai anggota.Dengan tema "regenerasi Pramuka yang disiplin dan berkarakter" Dewan Ambalan berharap Anggota yang sah atau lulus P2L ini menjadi Mahasiswa - Mahasiswa elite kampus.Dalam artian bahwa seluruh oraganisasi kampus HMJ,Senat maupun Dema dapat dipimpin oleh Mahasiswa yang berlatar seorang Pramuka.
Kegiatan ini berlangsung di halaman Kampus UIN, Polsek Panyileukan.Materi yang disampaikan seperti Kepemimpinan,tikperor (taktik perang perorangan),survivel,PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat),penjas,PBB diharapkan bisa menjadi bekal mereka dalam hidup.Semua materi itu disimulasikan di Lapangan.Yang kebetulan tahun ini bertempat di Babe (Baru Bereum) lokasinya di Lereng Gunung Manglayang.Banyak materi yang tidak mungkin didapat dibangku perkuliahan dan banyak pula hal yang diluar pikiran manusia.Ada kalanya kita merasa aneh dengan diri pribadi.Kenapa saya bisa menjadi kuat seperti ini ? atau Oh ternyata ini yang selama aku cari.
Disisi lain Pramuka hanya dipandang sebelah mata karena mungkin perkembangan zaman yang semakin pesat.Di Prodi Pendidikan bahasa Arab hanya satu orang angkatan 2013-2014 yang mengikuti kegiatan ini, Nurbayan ialah pepe (peserta P2L) nyempil.Ia berhasil bersembunyi dan bekerja sama dengan bidang acara untuk bersembunyi hingga tidak diketahui oleh teman - temanya.


ketertarikan Mahasiswa dengan kegiatan - kegiatan ekstra lain menjadi sebab peserta yang ikut hanya 62 orang.Jika kita tengok 2 tahun kebelakang peserta bisa mencapai 200 orang,cukup mencengangkan bukan.Padahal Pramuka telah tercantum dalam UUD No12 tahun 2010 tentang pegangan tertinggi Kepramukaan Indonesia.Disana telah dijelaskan definisi,atau pengertian umum ,kependidikan,jenjang kelembagaan, hingga atribut.
Kita tidak bisa mengajari orang apapaun, kita hanya bisa menemukannya didalam diri mereka. (Galileo Galilei).Berakhirnya kegiatan ini, peserta diharapkan dapat mendapatkan jati diri mereka dan dapat lebih mensyukuri hidup.Penulis sendiri selaku bidang acara diacara tersebut merasakan beberapa hal yang diluar nalar.Scenario yang dibuat diluar jalur acara, sehingga muncul berbagai moment - moment yang mengejutkan.Bahkan ada saat dimana peserta menangis karena haru dengan apa yang mereka perjuangkan.Kunci utamanya sebagai seorang acara, kita harus bisa berperan menjadi konselor.Harus mengetahui masalah tiap - tiap peserta.

Comment and Testimonial

Popular Posts

Have U ever felt it ??

Hermione Granger and Draco Malfoy GIF Pictures, Images and Photos

translate to :

English French German Spain Italian Dutch
Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified